Mengerti 10 Arti Doa Yang Sesungguhnya

0
Apa itu Doa?
Doa sesungguhnya

GenerasiTerang.com – Apakah kita pernah berpikir apakah kita sudah melakukan doa dengan benar? Kemudian berpikir untuk berdoa lebih lama, lebih keras dan menyusun kata-kata yang sempurna. Apakah seperti itu arti Doa yang sesungguhnya? Apa kata Firman Tuhan tentang cara berdoa yang benar?

Dalam Matius 6:7-8, Yesus meyakinkan murid-muridnya dengan kata-kata ini: “Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.”

Doa bukanlah Formula yang Harus Kita Dapatkan dengan Benar

Tuhan mendengar doa-doa kita tidak bergantung pada doa kita cukup lama atau mengenai frasa yang tepat. Artinya, Doa adalah undangan untuk datang ke hadapan Bapa Surgawi yang mengetahui kebutuhan dan kerinduan kita. Tuhan mendengar dan menanggapi kita karena Dia setia dan memiliki belas kasihan pada anak-anak-Nya.

Doa bukanlah ritual yang bergantung pada menutup mata kita dan memasang wajah suci. Kita tidak harus berlutut atau duduk. Kita bisa berdoa sambil berjalan, mengemudi, atau bekerja. Tuhan menanggapi seruan dua kata untuk meminta bantuan di tengah-tengah sore yang sibuk, seperti yang Ia lakukan pada waktu doa yang terfokus setelah membaca Kitab Suci di pagi hari. Berdoa tidak harus rumit. Tuhan senang dengan kata-kata sederhana yang kita berikan kepada-Nya.

Doa memberi kita kesempatan untuk berhubungan dengan Tuhan dalam 10 cara ini:

1. Berbicara dengan Tuhan

berdoa
Berdoa adalah berbicara kepada Tuhan

Sebagai orang percaya di dalam Kristus, kita memiliki hak istimewa yang luar biasa; Bapa Surgawi kita mengundang kita untuk berbicara kepada-Nya! Dalam Yeremia 29:12, Dia mengundang anak-anak-Nya untuk berbicara dan berjanji untuk mendengarkan: ” Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu” Kita dapat membaca Firman Allah dan berbicara kepada-Nya di pagi untuk menyelaraskan hati kita dengan-Nya di awal hari, dan kita juga dapat berbicara kepada-Nya sewaktu kita melakukan rutinitas harian kita.

Kita mungkin berpikir kita harus berdoa dengan kata-kata mewah, tetapi doa hanya berbicara kepada Tuhan. Sepanjang hari, Tuhan rindu untuk mendengar doa-doa sederhana kita seperti:

  • Terima kasih untuk sarapan ini, Tuhan.
  • Bantu saya tetap tenang dalam kemacetan ini.
  • Tuhan, tolong aku mencintai orang ini sekarang.
  • Tuhan, maukah Engkau menunjukkan padaku apa yang harus kulakukan?
  • Tuhan, aku mencintaimu. Bersamaku.
  • Selamat malam, Tuhan.

2. Memuji Dia

memuji Tuhan
Memuji adalah bagian dari doa

Yesus saat mengajar murid-murid-Nya untuk berdoa, Dia mengajarkan mereka untuk memulai dengan pujian: “Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu” (Matius 6: 9).

3. Berdiam di hadapan-Nya

berdiam diri saat berdoa
Diam dan membiarkan Tuhan berbicara

Banyak dari kita berpikir bahwa doa adalah berbicara, tetapi hubungan apa pun yang meliputi mendengarkan dan berbicara adalah doa; kita bahkan bisa diam di hadapan seseorang yang kita cintai. Mazmur 46:10 memberi tahu kita, “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!,” dan kadang-kadang jiwa kita hanya perlu diam di hadirat Allah untuk mengingat kemuliaan, kekuasaan, dan kasih-Nya. Ketika kita menenangkan hati kita di hadapan-Nya, kita menempatkan diri dalam sikap untuk menerima apa yang kita butuhkan dari-Nya.

Ketika kita duduk diam di hadirat Tuhan, kita lebih baik mendengarkan. Bagaimana jika kita menggemakan kata-kata 1 Samuel 3: 9, “Bicaralah, TUHAN, hambamu sedang mendengarkan”? Tentu saja, mendengarkan Tuhan itu subyektif, dan kita tidak pernah bisa 100 persen yakin itu suara-Nya yang kita dengar, tetapi ketika saya meminta Tuhan untuk berbicara kepada saya, saya sering terkejut dengan suara kecil itu yang saya kenal: Pikiran yang muncul dalam pikiran, sebuah Kitab Suci yang saya baca, atau kata-kata bijak yang diberikan seorang teman kepada saya.

4. Meminta Tuhan untuk mengubah isi hatimu

bertobat
Pertobatan adalah arti Doa

Kata “pertobatan” digunakan untuk membuat saya merasa ngeri karena jujur, saya tidak ingin mengingat dosa saya sendiri. Tetapi saya belajar bahwa memanggil dosa saya ke dalam pikiran, mengakuinya kepada Allah, dan meminta Dia untuk mengubah saya menjadi pembimbing dalam pembaruan rohani. Kisah Para Rasul 3:19 memegang janji bagi kita: Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,” Ketika kita mengakui dosa-dosa kita, Allah datang untuk memulihkan dan memperbarui kami.

Baca Juga  Sukacita Adalah Keyakinan Teguh Bahwa Tuhan Memegang Kendali

5. Sampaikan kebutuhan Kita kepada-Nya

memenuhi kebutuhan

Meskipun doa jauh lebih banyak daripada meminta Allah untuk membantu dan menyediakan bagi kita, Bapa Surgawi kita memang sangat peduli tentang kebutuhan dan kerinduan kita untuk menyediakannya. Filipi 4: 6 mengajarkan kepada kita, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”.

Ketika kita datang kepada Allah dalam iman, meminta Dia untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani kita, kita harus percaya bahwa Dia mendengar kita dan akan menyediakan.

6. Berdoa bagi orang lain

berdoa untuk orang lain
Mendoakan orang lain

Sebagai orang Kristen, kita memiliki hak istimewa yang mengagumkan untuk berpartisipasi dalam pekerjaan Tuhan dengan berdoa bagi orang lain. Meskipun kita sering mengabaikannya, pelayanan kita yang paling kuat dan efektif sebagai orang Kristen adalah doa. Kita dapat memberkati anak-anak, teman, keluarga, dan orang yang kita cintai sewaktu kita berdoa untuk mereka.

7. Terima kasih

bersyukur
Doa identik dengan ucapan syukur

Saat kita berdoa, jangan lupa untuk berterima kasih kepada Tuhan atas apa yang sudah Dia lakukan dalam hidup kita. Kapan terakhir kali Kita bersyukur kepada Tuhan karena mengutus Yesus untuk mati bagi Kita? Sudahkah Kita mengucapkan terima kasih kepada-Nya baru-baru ini untuk karunia Roh Kudus-Nya? Ketika kita bersyukur kepada Tuhan atas banyak berkat rohani yang kita terima, itu menghormati Dia dan membuka mata kita terhadap hidup berkelimpahan yang Dia berikan kepada kita.

Berterima kasih padanya untuk menjawab doa-doamu. Bagaimana jika kita membuat sebuah titik untuk bersyukur kepada Tuhan atas apa yang sudah Dia lakukan sebelum kita meminta Dia untuk sesuatu yang baru? Jika Kita mengalami kesulitan untuk bersyukur hari ini, mintalah kepada Tuhan untuk membuka mata Kita terhadap kelimpahan dan rasa syukur.

8. Mintalah tuntunan

minta tuntunan
Minta tuntunan Tuhan

Apakah Kita pernah merasa bingung tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya? Pernah menemukan diri Kita dalam situasi yang terlihat mustahil? Doa memberi kesempatan untuk memohon kepada Allah untuk membimbing kita. Apakah Kita menghadapi keputusan hidup yang penting, membutuhkan kebijaksanaan Tuhan untuk situasi sulit di tempat kerja, atau hanya perlu tahu bagaimana menanggapi dalam percakapan yang sulit, Roh Kudus Allah akan menunjukkan kepada Kita langkah berikutnya ketika Kita meminta bimbingan kepada-Nya.

9. Mintalah kekuatan

kekuatan tuhan
Tuhan memberikan kekuatan

Ketika saya merasa sangat lelah, seringkali karena saya berlari dengan kekuatan saya sendiri, tetapi saya belajar untuk berhenti dan meminta bantuan Tuhan. Cadangan kekuatan saya sendiri hanya akan membuat saya sejauh ini, dan kelelahan berfungsi sebagai sinyal peringatan bahwa saya berjalan dengan hampa. Tuhan berjanji untuk memberdayakan kita oleh Roh Kudus yang sama yang membangkitkan Yesus dari kematian.

Mungkin Tuhan telah memanggil Kita untuk melakukan sesuatu yang terlihat terlalu besar. Mungkin Kita menghadapi situasi sulit yang membuat Kita merasa lemah. Mungkin Kita telah berjalan melewati masa uji coba dan Kita bertanya-tanya bagaimana Kita bisa mengambil satu langkah lagi. Mintalah Tuhan untuk memenuhi Kita dengan kuasa-Nya meskipun Kita lemah. Mintalah kepada-Nya memberi Kita kekuatan yang Kita butuhkan untuk mengambil satu langkah lagi. Panggillah kepada-Nya untuk memberi Kita kekuatan untuk hidup bagi-Nya hari ini.

10. Memberikan hati Kita kepada Tuhan

Apa itu Doa?
Doa sesungguhnya

Doa adalah kesempatan untuk mengubah hati kita kepada Tuhan. Kita memiliki hak istimewa yang luar biasa untuk datang ke hadapan Tuhan semesta alam. “Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.” (Mazmur 145: 18). Ketika kita memanggil Tuhan dan menyerahkan hati kita kepada-Nya, Dia melihat dan mendengar kita; Dia bersama kita.

Jadi apa pun kebutuhan Kita hari ini, teman, lihatlah Tuhan. Jangan menunggu waktu yang tepat untuk duduk dan berdoa. Jangan menunggu sampai Kita memiliki kata-kata yang sempurna. Mari kita angkat suara kita kepada Tuhan di pagi hari yang tenang, dalam perjalanan untuk bekerja, dan ketika kita berjalan-jalan, memasak, atau berbelanja. Yang dibutuhkan hanyalah beberapa kata. Mari kita mengubah hati kita kepada Tuhan dalam doa hari ini. Dia ingin mendengar kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here