Belajar Dari Kisah Alkitab: Kunci Sukses Ratu Ester

1

GenerasiTerang.com – Karena ketidaktaatan, ratu Wasti kehilangan kehormatannya sebagai ratu dan mahkotanya diambil daripadanya, lalu diberikan kepada Ester. Siapa sesungguhnya Ester sehingga raja Ahasyweros berkenan memilih dia sebagai ratu?

Ester 2:7-9 “Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi; gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangat sebagai anak oleh Mordekhai. Setelah titah dan undang-undang raja resiar dan banyak gadis dikumpulkan di dalam benteng Susan, di bawah pengawasan Hegai, maka Esterpun dibawa masuk ke dalam istana raja, di bawah pengawasan Hegai, penjaga para perempuan. Maka gadis itu sangat baik pada pemandangannya dan menimbulkan kasih sayangnya, sehingga Hegai segera memberikan wangi-wangian dan pelabur kepadanya, dan juga tujuh orang dayang-dayang yang terpilih dari isi istana raja, kemudian memindahkan dia dengan dayang-dayangnya ke bagian yang terbaik di dalam balai perempuan.”

Ester adalah seorang anak yatim piatu dan dia diasuh oleh pamannya yang bernama Mordekhai namun dia berhasil menjadi ratu. Ester itu cantiik, dan juga mampu menimbulkan kasih saying dari raja Ahasyweros, dia baik buan hanya dari penampilan (kharisma) tetapi juga dari karakter yang dia miliki (attitude). Kharisma itu berkaitan dengan kemampuan kita, tetapi karakter itu lebih berkaitan dengan hatikita atau sikap hidup kita. Ester punya karakter yang sangat baik yaitu “ketaatan”, dimana saat dia menjadi ratu pun tidak melunturkan ketaatannya kepada Mordekhai sebagai pamannya. Ini hal yang luar biasa, sebab tidak mudah mencari orang yang tetap taat atau tetap tunduk pada waktu dia telah menjadi sukses atau hebat.

Baca Juga  Teror Bom di Surabaya, Mari Untuk Saling Menguatkan dan Berdoa

Ester 2:20 “Adapun Ester tidak memberitahukan asal usul dan kebangsaanya seperti diperintahkan kepadanya oleh Mordekhai, sebab Ester tetap berbuat menurut perataan Mordekhai seperti pada waktu ia masih dalam asuhannya.”

Penundukan diri atau ketaatannya tidak pernah luntur meskipun dia sudah berhasil, ini perlu kita teladani dari hidup Ester. Inilah rahasi hidup bahagia dan kita akan umur panjang dan berhasil kalau kita taat dan hormat kepada orang tua selama mereka masih hidup.

Selain taat, Ester juga punya sika yang rela berkorban. Ketika bangsanya mau dimusnahkan oleh Haman, dia mengumpulkan semua orang Yahudi serta dayang-dayangnya untuk berpuasa tiga hari tiga malam, dan setelah itu pergi menghadap raja untuk memohon belas kasihan (Baca Ester 4:16).

Hal itu berlawanan dengan undang-undnag dimana kalau menghadap raja tanpa dipanggil, maka orang itu harus mati, kecuali orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas maka dia akan tetap hidup. Inilah sikap hidup Ester yang rela berkorban untuk bangsanya, keluarganya, rela berkorban untuk orang lain.

Jadi karena ketaatan, sekalipun harus mengorbankan kepentingan sendiri, Ester kedudukannya sebagai ratu semakin kokoh dan mahkota itu tidak lepas daripadanya hingga akhir hidupnya.

Milikilah kunci Daud, yaitu ketaatan terhadap Firman untuk memperoleh kebagagian yang telah disediakan Tuhan bagi kita.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here