Kisah Perjuangan Kehidupan Orang Kristen di Penjara Korea Utara

0
kehidupan orang kristen di korea utara
Bendera kebangsaan Korea Utara

GenerasiTerang.com – Hea Woo (nama samaran) adalah satu dari 200.000 orang kristen di Korea Utara yang ditahan dikamp kerja paksa. Tidak seperti yang lain, Woo berhasil selamat dari hukumannya dengan cara melarikan diri ke Korea Selatan.

Setelah dulu pernah mencoba melarikan diri dari Korea Utara ke China, yang dianggap illegal oleh Pyongyang. Woo kemudian dipindah-pindah antara 10 penjara yang berbeda. Dia menggambarkan kondisi dipenjara sebagai ‘neraka hidup’. Banyak orang yang trauma dan tidak ingin membicarakannya sama sekali.

“Ketika orang meninggal, penjaga hanya memotong mayat tersebut menjadi dua bagian, kemudian memasukkan mereka ke dalam kereta dan membawa mereka ke luar,” kata Woo.

Woo menjelaskan bagaimana dia harus berbagi sel yang dirancang untuk 50 orang namun diisi oleh 200 narapidana. “Kami sangat kesempitan, jika harus bangun di tengah malam untuk pergi ke toilet, kamu tidak akan bisa menemukan tempat untuk kembali tidur. Bahkan tidak ada ruang untuk berdiri dengan benar,” katanya.

“Di salah satu sudut sel ada toilet, tapi tidak terdapat jendela pada toilet. Hal ini untuk mencegah para tahanan melarikan diri, hanya ada lubang kecil di lantai” tambahnya. Jadi hal itu sangat menjijikkan dan baunya sangat mengerikan. Para tahanan menderita sakit kepala karena bau tersebut, bahkan tidak sedikit yang jatuh sakit. Ditambah ada banyak tikus di toilet tersebut.

Suami Woo juga meninggal di kamp kerja paksa yang sama setelah ditangkap karena iman Kristennya.

Open Doors, sebuah badan amal Kristen, menempatkan Korea Utara sebagai Negara terburuk di dunia bagi orang Kristen.

Setelah berpindah, dan sebelum dipenjara, Woo mengatakan: “Dalam situasi yang mengerikan itu Tuhan ada di sana juga.”

Saya mulai berdoa untuk jiwa-jiwa yang hilang di sana, yang sekarat tanpa mengenal Yesus Kristus. Saya berdoa kepada Tuhan dengan mengatakan: “Saya ingin menjadi garam dan terang di tempat ini bagi jiwa-jiwa yang malang ini.” Kata Woo.

Pemimpin Korea Utara

Dia tertangkap saat sedang bercerita tentang imannya, kemudian disiksa dengan sangat brutal. Dia mengatakan pernah disiksa selama tiga hari berturut-turut.

‘Saya tidak takut dengan penyiksaan mereka, tapi saya takut ketika saya mungkin kehilangan kesadaran dan dalam ketidaksadaran saya, saya mungkin menolak nama Yesus. Itulah yang saya takutkan.’ Jadi saya berseru kepada Tuhan dan saya diingatkan tentang ayat di Yeremia 33:3 “Berserulah k kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, l yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”

Jadi saya bisa menanggung semua penderitaan pada saat itu. Saya dibawa kembali ke sel dan mendengar suara Tuhan yang sangat keras yang mengatakan: “Putriku terkasih, kau berjalan di atas air hari ini.”

Baca Juga  Belajar Dari Kisah Alkitab: Kunci Sukses Ratu Ester

“Itu adalah suara yang sangat keras namun tidak ada orang lain yang mendengarnya.” Tambahnya.

‘Saya menyadari bahwa Tuhan ada di sana ketika saya disiksa. Saya harus benar-benar berterimakasih kepada-Nya bahwa Dia ada di sana bersama saya. Setelah hari itu saya tidak disiksa lagi. Tuhan melindungi saya.’

Setelah dibebaskan dari penjara, dia kembali lagi ke sungai Yalu yang memisahkan antara Korea Utara dari sekutunya, Cina.

‘Ketika saya melangkah ke sungai, tiba-tiba hujan berubah menjadi salju yang menyelubungi para penjaga,’ katanya. ‘Tetapi karena saat itu musim hujan sehingga arus sungai sangat kuat. Jadi saya hanyut dalam arus itu dan kehilangan kesadaran.’

‘Ketika saya membuka mata, saya telah berada di sisi lain sungai, di China!’

‘Perjalanan dari titik itu ke perbatasan antara China dan Myanmar juga tidak mudah. Kami beberapa kali dihentikan dan setiap kali kami dibawa ke kantor polisi, anehnya saya tidak dicari atau dimintai untuk menunjukkan ID saya’

‘Dari Myanmar ke Thailand kami harus menaiki perahu selama sekitar enam jam. Diperahu itu saya tiba-tiba menyadari tidak ada yang akan menangkap saya bahkan jika saya bernyanyi dengan keras memuji Tuhan. Jadi selama enam jam itu saya memuji Tuhan dengan suara yang kuat!’

‘Jadi saya benar-benar bersyukur kepada Tuhan, Dia menjawab semua doa saya, apakah itu doa dengan berbisik, atau doa dalam suara keras. Semua doa saya telah dijawab! Pengakuan iman saya ada dalam Mazmur 119:71 “Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.”

‘Sekarang saya orang paling bahagia di seluruh dunia! Saya tidak memiliki apa-apa selain karena Yesus Kristus di dalam saya, saya sangat bahagia!’

Jangan lupa klik tombol share jika saudara merasa artikel ini bermanfaat. God Bless…

 

Dilansir dari christiantoday.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here