Ketahui 7 Sifat Uang Menurut Alkitab, Jangan Menjadi Hamba Uang!

0
sifat uang sangat berbahaya

GenerasiTerang.com – Peran uang dalam masyarakat sangat penting sebagai alat pembayaran resmi. Ada sebuah statetment berkata jika kamu memiliki uang, maka kamu akan memiliki dunia ini. Apakah hal ini benar? Bisa saja benar, tapi menurut pandang Alkitab, bahwa cinta akan uang adalah akar segala perkara yang mencelakakan. Karena itu penting untuk kita mengetahui sifat uang itu sendiri, dan belajar untuk mengendalikan uang itu bukan malah dikendalikan oleh uang.

Ketahui 7 Sifat Uang Dari Sudut Pandang Alkitab

1. Uang Itu Sifatnya Lekat dan Lalim

sifat uang yang pertama

Uang itu sifatnya melekat dan lalim (jahat). Maksud “melekat” itu adalah semakin banyak uang yang kita miliki maka semakin melekat di dalam hati kita. “Lalim” dimaksudkan uang itu bisa membuat orang melakukan suatu kejahatan. Karena itu kita harus menjaga hati. Kita boleh saja memiliki uang, tapi jangan sampai jatuh cinta kepada uang. Sebab cinta uang itu akar segala kejahatan.

1 Timotius 6:10 “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”

Jadi uang itu bukanlah kejahatan, tapi akar atau penyebab dari segala kejahatan. Kita perlu membedakan antara penyebab dengan kejahatan itu sendiri. Sebagai contoh perdagangan wanita, perdagangan anak di bawah umur, perdagangan narkoba, dll. Semua itu adalah bisnis haram, namun mengapa bisnis itu tetap ada dan tidak ditumpas? Karena bisnis itu mendatangkan uang yang banyak walau kerjanya sedikit/mudah. Karena itu penting untuk menjauhi sifat uang yang lekat dan lalim ini.

2. Uang Tidak Punya Jiwa, Tetapi Punya Pengaruh Besar

Memang benar, uang itu tidak memiliki jiwa dan tidak punya roh, tapi uang punya pengaruh besar, sehingga banyak manusia yang tidak segan-segan menjadi hamba/budak uang. Uang memiliki pengaruh yang sangat besar, jadi kita harus berhati-hati. Arahkan pengaruh itu kepada pekerjaan Tuhan supaya uang itu bisa dipakai untuk menolong anak yatim piatu, menolong misi di daerah/pekabaran Injil, dan lainnya.

3. Menerima Uang Berarti Harus Mau Menerima Peringatan-Peringatan Akan Bahayanya

menerima peringatan tentang bahaya uang

Tuhan tidak hanya memberi harta kepada kita, tetapi Tuhan juga memberi peringatan-peringatan akan uang. Misalnya: (1) Jangan tamak akan uang. (2) Jangan cinta akan uang. (3) Jangan kita menjadi tawanan uang alias kikir. (4) Jangan menjadi hamba uang.

Bila kita mau berbahagia, maka janganlah kita Cuma mau uangnya, tetapi tidak mau peringatannya. Kita harus mau diperingatkan dari sifat uang yang berbahaya.

4. Orang Bisa Memberi Uang Bukan Karena Kekayaannya, Tetapi Karena Kasih Karunia

Ada orang kaya yang sangat pelit/kikir, tetapi ada juga orang kaya yang suka berkorban. Orang yang suka berkorban itu bukan karena dia kaya, tetapi karena dia menerima kasih karunia dari Tuhan, yaitu kasih karunia untuk memberi.

Kalau kita memberi itu karena Tuhan memberikan kasih karunia kepada kita supaya kita bisa memberi.

Seperti contoh Zakheus yang bertobat dan menerima Tuhan Yesus di dalam rumahnya, hidupnya dijamah oleh Tuhan dan berubah menjadi ciptaan baru. Setelah bertobat, Zakheus berkata kepada Tuhan bahwa setengah dari kekayaannya akan dibagikannya kepada orang miskin. Hal ini bisa terjadi karena Tuhan memberikan kasih karunia untuk memberi, yang awalnya dia adalah orang kaya yang kikir/egois. Mintalah kepada Tuhan kasih karunia memberi, agar sifat uang yang kikir/egois itu tidak ada dalam hidup kita.

Baca Juga  Jangan Salah Berdoa, Belajar Bagaimana Doa Yang Benar Dari Tuhan Yesus

5. Uang Menguji Hati Manusia

Terkadang Tuhan mau menguji hati kita dengan cara, misalnya Tuhan berkata “berikan uang ini kepada orang itu!” Setelah itu Tuhan menunggu bagaimana reaksi kita, apakah kita mau pergi memberi uang ini kepada orang itu atau kita bilang, “ah jangan Tuhan, anak saya masih kecil-kecil, biaya sekolah mahal, cicilan mobil belum lunas.” Tuhan sedang melihat bagaimana sikap kita. Uang memiliki sifat untuk menguji hati kita, apakah condong kepada uang atau kepada Tuhan.

6. Uang Tidak Punya Keinginan, Tetapi Uang Bisa Menimbulkan Keinginan Dalam Hati Kita

sifat uang bisa menimbulkan keinginan

Keinginan itu bisa jadi keinginan untuk berbuat baik, atau bisa juga keinginan untuk berbuat yang tidak baik.

Amsal 3:9 “Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu.”

Memuliakan Tuhan dengan harta (uang) adalah suatu contoh perbuatan yang positif. Tetapi uang juga bisa digunakan untuk berbuat yang tidak baik, seperti pergi ke tempat pelacuran. Pantaskah berkat Tuhan dipakai untuk hal-hal negatif seperti untuk mabuk-mabukan, narkoba, melacur, dan kejahatan lainnya? Tidak!

Kita bukanlah pemilik harta yang ada pada kita, melainkan Tuhan yang jadi pemilik harta kita. Tuhan mempercayakan harta itu kepada kita dan kita menjadi juru kunci di mana suatu waktu nanti kita harus mempertanggung jawabkan harta itu di hadapan Tuhan. Ingatlah sifat uang yang keenam ini, sehingga kita tidak menjadi hamba uang.

7. Uang/Harta Dapat Menimbulkan Kesengsaraan

Orang yang punya harta namun tidak disertai rasa puas, ketika melihat orang lain lebih unggul akan merasa makin sengsaralah dia. Ada orang kaya akan uang, tetapi di samping kaya akan uang dia juga kaya akan kekuatiran, maka dia tidak bisa menikmati kebaikan Tuhan. Bukannya dia tidak pernah terima kebaikan Tuhan, dia sudah terima kebaikan Tuhan itu tetapi dia tidak bisa menikmati karena ada penghalang, yaitu kekuatirannya.

Banyak orang Kristen yang tidak bisa merasakan kasih Tuhan, tidak bisa merasakan kebaikan Tuhan karena selalu di halangi oleh rasa kuatir.

Kita hidup dan selalu bertemu dengan uang setiap hari. Karena itu biarlah 7 Sifat Uang diatas boleh memberikan kita pelajaran supaya uang tidak membuat kita jatuh dalam dosa. Melekatlah kepada Tuhan, jangan melekat kepada uang. Tuhanlah yang memberkati dan menyelamatkan kita, bukan uang. Jadi, muliakanlah Tuhan dengan harta bendamu.

Jika kalia merasa diberkati dengan artikel rohani / renungan rohani ini, jangan lupa untuk share dan follow kami di instagram dan facebook.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here