Kunci Kebahagiaan Menurut Alkitab

0

GenerasiTerang.com – Dunia berkata bahwa bahagia itu jika kita berhasil dalam karier dan memiliki banyak uang. Namun pada kenyataanya bahwa ada banyak orang yang telah berhasil dalam pekerjaan/bisnis dan memiliki banyak uang tetapi hidupnya tidak bahagia. Dan ada pula orang yang belum berhasil dan tidak memiliki banyak uang namun hidupnya bahagia.

Apa itu BAHAGIA?

1. Happiness is a journey, not a destination

Kebahagian adalah sebuah perjalanan bukan tujuan.

Jika kebahagian itu adalah tujuan maka saat kita belum mencapai tujuan kita tidak akan bahagia. Misalnya seseorang berprinsip bahwa ia baru bisa bahagia jika sudah memiliki rumah besar; sehingga perjalanannya untuk memiliki rumah besar itu adalah perjalanan yang tidak bahagia. Itu adalah kondisi orang-orang yang beranggapan bahwa bahagia itu adalah Tujuan.

Apa kata Alkitab?

Baca: Mazmur 1:1 “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,”

Ternyata kebahagian itu adalah sebuah perjalanan; artinya bahwa dalam setiap langah kaki kita Tuhan sudah menyediakan kebahagian dan tidak perlu menunggu sampai kita mencapai tujuan baru bisa bahagia. Kebahagian itu dialami dalam setiap langkah/perjalanan hidup kita.

Baca Juga  Menang Atas Ikatan Roh Kegagalan di Masa Lalu

2. Happiness will never come to those who don’t appreciate what they already have

Kebahagian datang saat mensyukuri apa yang dimiliki

Kebahagian tidak akan pernah datang bagi orang yang tidak tahu menghargai apa yang telah dimilikinya. Kalau kita tidak bisa menghargai apa yang Tuhan berikan saat ini maka kita tidak akan pernah mengalami kebahagian. Jika kita selalu membanding-bandingkan (dengan pesimis) keadaanya dan apa yang dimilikinya dengan keadaan dan milik orang lain maka kita tidak akan pernah bahagia.

Sesungguhnya bahagia itu dimulai dengan bersyukur dan menghargai apapun yang Tuhan berikan dalam hidup kita. Kebahagian itu tidak tergantung pada apa yang kita miliki, melainkan semua yang bisa kita syukuri.

Jadi bahagia itu kapan? Sekarang!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here