Berkat dibalik Penderitaan

0

GenerasiTerang.com – Pederitaan atau pencobaan adalah suatu hal yang tidak bias dielakkan oleh seorang yang mengiring Kristus. Ada suatu pendapat mengatakan bahwa jikalau orang Kristen itu sungguh-sungguh ikut Tuhan, maka dia tidak akan mengalami ujian penderitaan. Apakah itu benar? Tidak! Ini adalah suatu pendapat yang keliru. Yesus sendiri berkata bahwa jikalau seseorang mau mengikut Dia, maka dia harus memikul salib.

Allah membuat nabi-nabiNya dan hamba-hambaNya tidak melalui kemakmuran, kenyamanan, kemewahan, tetapi melalui penderitaan. Contohnya Yusuf, Musa, dan Paulus. Mereka menjadi orang besar melalui proses yang dinamakan penderitaan. Ketahuilah, Tuhan tida mau membentuk sebuah generasi penakut dan lemah. Tuhan sedang membentuk generasi yang kuat, yang taat, yang mau melewati proses, yaitu melalui penderitaan.

Apa saja berkat-berkat yang telah disediakan bagi kita dibalik penderitaan yang kita alami?

1. Ketaatan

Melalui penderitaan, kita belajar jadi lebih taat kepada Tuhan disbanding sebelum kita mengalami penderitaan.

Melalui penderitaan, kita belajar jadi lebih taat kepada Tuhan disbanding sebelum kita mengalami penderitaan. Sebenarnya tidak perlu kita melalui penderitaan sebab melalui Firman Tuhan itu sudah cukup; tetapi kalau dengan Firman Tuhan, orang itu tidak mau menuruti apa kehendak Tuhan, maka hajarlah yang dipakai oleh Tuhan. Ini bukan berarti bahwa Firman Tuhan itu tidak mampu merubah orang tersebut, tetapi karena orang itu yang mengeraskan hatinya. Tetapi ketahuilah bahwa hati sekeras apapun, bias Tuhan lembutkan.

2. Mengenal Pribadi Tuhan Lebih Dalam

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku

Melalui penderitaan, kita akab bisa memahami dan mengenal pribadi Tuhan lebih dalam lagi. Salah satu contoh dalam hal memahami Allah itu bukan dengan otak atau secara theology saja, tetapi hidup kita harus intim dengan Dia, hidup melekat dengan Tuhan, mengalami Tuhan secara pribadi dalam kehidupan.

Mazmur 23:4 “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”

Dikatakan bahwa sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab engkau besertaku. Ini artinya kita tidak bisa memahami dengan sungguh-sungguh jikalau kita belum mengalami sendiri penyertaan Tuhan dalam hidup kita.

3. Mengubah Gaya Hidup Kita

Jangan hadapi masalah anda dengan kekuatan diri sendiri, tetapi serahkanlah semuanya kepada Tuhan.

Melalui penderitaan, itu juga dapat mengubah gaya hidup kita yang dimana mungkin awalnya kita tidak pernah bisa mengucap syukur ketika kita sedang mengalami kesulitan atau masalah, malahan kebanyakan mengeluh, sekarang bisa berubah gaya hidup menjadi orang yang lebih bisa mengucap syukur atas keadaan yang sedang dihadapi.

Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”

Dikatakan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu. Ini berarti bahwa Allah tidak tinggal diam, tetapi Allah turut campur tangan menolong kehidupan kita. Ketika kita sedang menghadapi hal-hal yang jelek, janganlah berkecil hati tetapi berilah kesempatan kepada Allah untuk turut campur tangan didalamnya, maka semuanya dapat diubahNya menjadi hal yang baik. Ingat! Jangan hadapi masalah anda dengan kekuatan diri sendiri, tetapi serahkanlah semuanya kepada Tuhan.

Baca Juga  4 Alasan Untuk Berterima Kasih Kepada Tuhan di Tengah Masalah

4. Membersihkan Yang Kotor

Dengan mengucap syukur itu adalah pengaman dalam kehidupan kita seperti sekering atau rem.

Ayub 1:20-22 “Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut”

Dari kisah hidup Ayub, kita dapat melihat bahwa pada waktu Ayub diuji, dia masih bisa mengucap syukur kepada Allah. Tetapi ketika keadaan dan penderitaan yang dia alami berkelanjutan, akhirnya dia mulai berubah; Ayub mulai mengomel dan mengeluh kepada Allah. Alkitab sendiri mengatakan bahwa dia mulai mengutuki hari kelahirannya sendiri (Baca Ayub 3:1). Ayub tidak lagi mengucap syukur, dan pada saat dia berhenti mengucap syukur, maka dia berbuat dosa dengan mulutnya.

Pada saat anda mengeluh, itu sama saja kita menuduh Allah telah berbuat salah di dalam kehidupan kita. Ketahuilah bahwa Tuhan tidak pernah berbuat salah sebab Dia adalah Allah yang sempurna.

Janganlah kita berhenti mengucap syukur sebab kita akan mulai berbuat dosa dengan mulut kita pada saat kita berhenti mengucap syukur. Dengan mengucap syukur itu adalah pengaman dalam kehidupan kita seperti sekering atau rem.

5. Tuhan Mendapat Perhatian Dari Kita

Sekalipun kita sibuk dengan pekerjaan kita, jangan sampai kita melupakan Tuhan. Kadang kala kita harus mengalami dulu penyakit supaya Allah mempunyai waktu untuk berbicara dengan kita. Dan secara otomatis juga kita pasti akan mencari dan memerlukan Tuhan untuk menyembuhkan penyakit kita.

Karena itu, ketika anda mengalami kesulitan atau masalah, jangan cepat mengomel atau mengeluh, tetapi berdoalah dan Tanya kepada Tuhan apa yang menjadi kehendakNya dalam kehidupan Anda.

Penderitaan atau pencobaan bukanlah cara Tuhan menghalangi kita, tetapi itu merupakan cara untuk menumbuhkan kesabaran dan iman kita agar tetap bersandar kepada Dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here