Sikapi Pendeta Bunuh Diri Karena Depresi, Ini 3 Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Soal Depresi

ZonaSeru.id - Jarrid Willson merupakan seorang pendeta dari Harvest Christian Fellowship Church yang tewas karena bunuh diri. Belakangan ini, Jarrid memang diketahui punya masalah dengan kesehatan mentalnya dan sering punya pikiran untuk bunuh diri.

Hal ini jelas membuat banyak orang bertanya-tanya. Sebab, meskipun diketahui kalau Jarred menderita depresi, dirinya cukup aktif untuk membantu orang-orang yang memiliki masalah sama sepertinya. Depresi sendiri sering dikaitkan sebagai salah satu penyakit mental yang bisa diderita oleh seseorang.

Kalau dilihat dari sisi medis, depresi merupakan sebuah kondisi yang digambarkan sebagai suatu kelainan mood yang menyebabkan perasaan sedih dan hilang minat yang menetap (Hellosehat). Depresi bisa memengaruhi perasaan, cara berpikir, bertindak, juga berdampak pada masalah emosi dan fisik.

Setiap orang yang mengalami depresi bisa mengalami beragam gejala. Misalnya, sulit konsentrasi, sering merasa sedih, kehilangan minat, nggak punya semangat, sering mengalami sulit tidur, dan punya pemikiran untuk bunuh diri.

Saat kita mulai merasakan gejala-gejala di atas selama lebih dari 2 minggu, maka ini menandakan kalau kita membutuhkan orang lain untuk membantunya.

Depresi cenderung jadi hal yang sensitif dan dianggap sulit untuk ditangani dari sudut pandang Kristen

Mereka yang depresi bisa dibilang kalau mengalami suatu penyakit yang sangat kompleks. Bahkan, perspektif tentang gangguan mental sangat bervariasi di setiap gereja. Padahal, depresi sendiri bisa ditanggulangi dengan penanganan medis.

Untuk itu, kita perlu menyamakan pendapat mengenai depresi, sebagai gereja agar nggak ada lagi orang yang bunuh diri karena pemikiran bunuh diri yang disebabkan oleh depresi.

1 Depresi bisa merupakan hal yang berada di luar kendali gereja

Mereka yang mengalami penyakit mental bukan karena karakternya yang cacat, punya gangguan spiritual, atau ketidakmampuan mereka menangani emosinya. Depresi bukanlah sebuah pilihan.

Meminta orang depresi untuk keluar dari depresi begitu saja bisa diibaratkan dengan minta seseorang untuk mencoba orang yang sudah tertembak dan terluka parah, kemudian mencobanya untuk menghentikan pendarahan mereka sendiri. Tentu saja mereka butuh orang ahli yang bisa menghentikan pendarahannya.

Beberapa gereja menganggap kalau depresi merupakan sikap yang disebabkan karena kurangnya iman. Benar, kita harus beriman kepada Tuhan bahwa Dia adalah Tabib Ajaib yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit.

Namun, untuk menolak perawatan medis atau psikiatris pada orang yang punya penyakit mental itu sama seperti seseorang itu sedang menolak ditindak saat ia sudah divonis menderita kanker.  Ditilik dari ilmu kedokteran pun, gangguan depresi bisa nyata dan penyebabnya bisa bermacam-macam.

Apa Pendapatmu?

Artikel Terkait